Suntik KB Tidak Sebabkan Kista Ovarium Pada Wanita

thumbnail.webp thumbnail.png

Para ibu-ibu mungkin sempat dihebohkan dengan adanya berita mengenai suntik KB. Suntik KB sendiri merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang aman dan tentu saja Sudah melewati berbagai penelitian oleh dokter ahli.

Banyak sekali postingan dan unggahan yang menyesatkan mengenai suntik KB. Salah satu unggahan yang menyesatkan dan sempat menimbulkan kekhawatiran adalah sebuah postingan dari seseorang bernama Hanni Harryadi. Dalam postingan tersebut dikatakan bahwa suntik KB akan membuat seseorang dapat mengalami kista ovarium. Dia menyebutkan bahwa seorang yang telah melakukan suntik KB dan tidak mengalami menstruasi itu mengalami penebalan dinding rahim karena darah kotor yang menempel sehingga membuat itu menjadi kista ovarium. Disebutkan dalam postingan bahwa kista tersebut akan membuat seseorang kesulitan hamil atau mendapat keturunan.

Dalam sebuan unggahan dari Yuni Yunthata juga menyebutkan bahwa KB akan membuat efek menstruasi menjadi tidak lancar. Hal tersebut bukanlah seorang wanita tidak bisa haid, namun darah tidak dapat keluar dan tertahan sehingga menempel pada rahim dan lama-lama akan menjadi kista.

Tentu saja hal ini adalah berita yang menyesatkan dan tidak benar. KB sangat efektif hingga 97% untuk dapat mencegah kehamilan. Hal ini disampaikan dalam sebuah studi Kesehatan, karangan Cholil Nafis mengenai penggunaan KB. KB suntik juga merupakan salah satu metode mencegah kehamilan yang aman. KB tidak akan mengganggu atau membuat sulit ASI keluar, tidak efek samping yang besar dalam jangka waktu lama. KB juga tidak akan mengganggu adanya aktivitas seksual suami istri. KB aman dan dapat digunaka sebagai salah satu cara untuk mencegah adanya kehamilan.

Memang ada afek kecil KB, seperti haid yang tidak lancar, jerawat, wajah kusam dan juga kenaikan berat badan, namun semua itu dapat pulih dengan segera. KB malah dapat digunakan sebagai cara menghindari kista ovarium, adanya penyakit kanker payudara, anemia, menghindari radang di panggul dna juga kehamilan ektopik.

KB suntik merupakan salah satu metode yang sangat efektif dan juga lebih aman daripada wanita yang tidak melakukan suntik KB. Di Amerika bahkan, kista ovarium mempengaruhi 1 dari 10 wanita ketika masa subur, ini sama halnya dengan 10% dari populasi wanita akan terhindari dari kista. Para dokter sangat menganjurkan wanita untuk suntik KB demi menjada Kesehatan tubuh dan juga terhindar dari kista ovarium.

Pada beberapa kesempatan memang akan ada efek untuk wanita yang melakukan suntik KB akan mengalami siklus haid yang tidak normal. Dari laman Halodoc juga disebutkan bahwa memang siklus yang tidak normal adalah suatu hal yang wajar bagi pada wanita yang Sudah disuntik KB. Siklus haid yang seperti ini memang wajar terjadi dan akan kembali seperti semula setelah beberapa waktu.

Seorang wanita yang telah melakukan suntik KB dan mendapati bahwa siklus haid menjadi tidak normal tidak perlu khawatir karena hal ini akan kembali menjadi normal saat KB Anda berhenti. Biasanya pada wanita yang suntik KB, ketika sudah waktunya untuk haid, maka hanya akan timbul bercak-bercak darah saja.

Anda tidak perlu khawatir jika dalam waktu dekat ini ingin melakukan suntik KB dan tetap patuhi dokter Anda. Memang ada beberapa efek dari KB yang mungkin akan Anda rasakan, namun semua itu masih tergolong aman dan tidak akan menimbulkan kista seperti dalam berita-berita menyesatkan yang banyak beredar.