Makanan Kaleng Thailand Ini Tidak Tularkan HIV/AIDS

thumbnail.webp thumbnail.png

Masyakat Indonesia sempat heboh terhadap sebuah pesan teks yang viral di media sosial dan banyak dibaginkan di grup chat. Berita tersebut yaitu mengenai informasi mengenai makanan kalengan dari Thailand yang diduga mengandung darah yang dapat menularkan HIV/AIDS. Hal ini tentu saja merupakan begitu yang salah dan tidak benar faktanya.

Berita mengenai makanan kaleng yang viral ini ternyata Sudah ada sejak tahun 2013 lalu dan setiap tahun selalu ada lagi dan lagi. Berita tersebut membicarakan tentang sebuah pesan yang melarang masyarakat untuk mengkonsumsi makanan kaleng impor, terutama yang datang dari Thailand. Berita ini juga menyebutkan bahwa hal tersebut disampaikan oleh kedubes sendiri.

Isi dari pesan tersebut ialah untuk melarang semua orang memakan berbagai makanan kaleng yang dibuat dari Thailand. Menurut informasi disana, makanan kaleng yang berisi buah-buahan seperti lecy, rambutan, manga, kelengkeng dan lain sebagianya telah dicampuri darah. Darah tersebut ialah milik karyawan pabrik yang bekerja di sana. Bahkan disebutkan bahwa setidaknya terdapat 200 orang yang punya penyakit HIV/AIDS dan ingin menularkan orang-orang mengenai penyakit tersebut.

Berita hoaks tersebut rupanya sudah ada sejak dulu dan bahkan menautkan link berita dari liputan6 sehingga banyak orang yang kemudian menyebarkan isi pesan tersebut tanpa dicek dulu kebenaran dari berita. Hal ini yang kemudian membuat pihak BPOM turun tangan karena dinilai Sudah sangat meresahkan.

Pihak BPOM sendiri bahkan sudah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai berita akan makanan kaleng yang diduga dapat menularkan penyakit HIV/AIDS tersebut.

BPOM telah memastikan bahwa makanan kaleng Sudah dicek dan diuji dengan benar. Makanan yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia pastinya melewati berbagai pengecekan. Semua makanan tentunya aman sebelum akhirnya disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Informasi ini kemudian diperkuat dengan pengujian makanan kaleng tersebut. BPOM dengan pasti meyakinkan bahwa semua makanan yang didistribusikan sudah pasti aman dan tentu saja tidak akan mengandung penyakit apapun.

Semua makanan baik itu kaleng atau bukan akan melewati serangkaian uji coba terhadap kelayakan makanan itu sendiri. Banyak tentunya yang harus di lewati untuk sebuah makanan kaleng dapat disebarkan ke wilayah wilayah di negara lain.

Mengenai informasi darah HIV/AIDS itu sendiri juga sudah diketahui bahwa virus akan mati apabila Sudha keluar dari host/induknya. Sudah dapat dipastikan bahwa berita ini hoaks dan tidak benar. Anda juga tentunya sebelum menyebarkan berita harus diketahui dari sumber yang benar, apalagi jika sudah menyangkut nyawa orang.

Banyak sekali berita serupa yang sejak dulu sudah ada dan berkeliaran di dunia maya. Banyak sekali sumber yang kemudian sudah membantah fakta tersebut, namun dibuat dan diubah menuju ke halaman link yang salah/sudah diedit.

Makanan kaleng ataupun bukan, dari luar negara maupun dalam negara tentunya akan melewati berbagai proses sehingga dapat diketahui apakah makanan tersebut layak atau tidak. BPOM sebagai Lembaga yang bertugas untuk menguji kelayanan makanan yang akan diproduksi tentunya Sudah menetapkan stAndar yang layak untuk semua jenis makanan.

Sudah dapat dipastikan bahwa berita mengenai makanan kaleng yang mengandung virus ini bukanlah sebuah berita yang benar dan tentu saja hoaks. Berita ini juga sangat menyesatkan karena apabila penerima pesan tidak membaca dengan seksama dan mengecek kebenarannya, maka akan menjadi hal yang tidak akan pernah selesai untuk dihentikan.